BREAKING NEWS

Perbedaan Akuntansi dan Auditing

Perbedaan Akuntansi dan Auditing

Pradirwan - Postingan kali ini saya coba dengan merangkum catatan yang saya kumpulkan dari proses saya belajar tentang akuntansi. Nah, dalam bahasan kali ini, saya coba membahas tentang perbedaan Akuntansi dan Auditing. Saya coba ulas sedikit disini beberapa perbedaannya.


Akuntansi yaitu pencatatan, pengklasifikasian dan peringkasan kejadian ekonomi yang terjadi untuk tujuan menyediakan keuangan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

Metode akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat mempengaruhi perusahaan atau pemerintah. Setelah diidentifikasi, maka bukti dan transaksi diukur, dicatat, diklasifikasikan, serta dibuat ringkasan/ikhtisar dalam catatan-catatan akuntansi. Hasil proses ini adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi.Tujuan akhir akuntansi adalah komunikasi data yang relevan dan andal, sehingga dapat berguna bagi pengambilan keputusan. Para karyawan perusahaan atau pegawai pemerintah terlibat dalam proses akuntansi ini, sedangkan tanggung jawab akhir laporan keuangan terletak pada manajemen perusahaan atau pemerintah.

Auditing yaitu menentukan apakah informasi yang dicatat dengan benar mencerminkan peristiwa ekonomi yang terjadi selama periode akuntansi (pembuktian). Auditing laporan keuangan terdiri dari upaya memahami bisnis dan industri klien serta memperoleh dan menilai bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan, sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada kenyataannya laporan keuangan tersebut telah menyajikan laporan keuangan secara wajar. Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang diterima umum (Generally Accepted Auditing Standard / GAAS) dalam mengumpulkan dan menilai bukti, serta dalam menerbitkan laporan uang memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam bentuk pendapat (opini) atas laporan keuangan.
Tabel perbedaan akuntansi dan auditing dilihat dari metode, tujuan dan pihak yang bertanggung jawab

Jika dilihat dari prosesnya, maka auditing ini adalah kebalikan dari proses akuntansi.

Akuntansi : Transaksi-->Jurnal-->Buku Besar-->Laporan Keuangan

Auditing : Laporan Keuangan-->Buku Besar-->Transaksi.

Transaksi yang dimaksud pada Auditing merupakan bukti-bukti yang mendukung penyusunan laporan keuangan.

“Bukti audit harus kompeten dan cukup, yang dapat diperoleh melalui inspeksi, pengamatan permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan audited.” (PSA No. 07).

Ada beberapa hal yang merupakan karakteristik utama dalam Akuntansi, yaitu:

a. Pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian,
b. Entitas Ekonomi,
c. Pihak-pihak yang berkepentingan.

Ketika melakukan proses Auditing ada beberapa hal yang menjadi point penting, yakni:

a. Pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti,
b. Dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen,
c. Kesesuaian informasi atas kriteria yang telah ditetapkan.

Output dari Akuntansi dan Auditing.

Akuntansi menghasilkan output berupa Laporan Keuangan.

Laporan Keuangan (Financial Statement) meliputi: (PSAK no. 01)

1. Laporan Posisi Keuangan/Statement of Financial Position atau Neraca,
2. Laporan Laba Rugi Komprehensif/Statement of Comprehensive Income atau Laporan Laba Rugi,
3. Laporan Perubahan Ekuitas/Statement of Changes In Equity,
4. Laporan Arus Kas/Statement of Cash Flow, dan
5. Catatan atas Laporan Keuangan/Notes to Financial Statement).

sedangkan Auditing menghasilkan output berupa Pendapat/Opini (Opinion).

Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga bermanfaat. Silahkan tinggalkan kritik dan saran untuk membantu penulis agar lebih baik lagi. Terima kasih

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2021 Pradirwan and OddThemes